Kubar - Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Barat memperkuat komitmennya dalam menciptakan budaya disiplin berlalu lintas melalui program pembinaan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan dengan melaksanakan supervisi terhadap program Polisi Cilik (Pocil) dan Kampung Tertib Lalu Lintas tahun 2025 yang berlangsung di SDN 001 Barong Tongkok dan Kampung Sumber Sari.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kasat Lantas Polres Kubar AKP Muhammad Syafi'i, S.H., beserta jajaran Unit Kamsel Sat Lantas. Turut hadir perwakilan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur yang melakukan pendampingan dalam pelaksanaan program ini.
Program Pocil dirancang sebagai media edukasi dini untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Melalui program ini, generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam membudayakan perilaku tertib di jalan raya.
Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono, S.I.K., melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter disiplin berlalu lintas.
"Pembinaan sejak usia dini melalui Pocil akan menciptakan fondasi yang kuat untuk mewujudkan generasi yang patuh hukum lalu lintas," tegas Muhammad Syafi'i.
Sementara program Kampung Tertib Lalu Lintas difokuskan pada pembinaan masyarakat dewasa untuk menciptakan kawasan permukiman yang aman dan nyaman melalui kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Program ini melibatkan partisipasi aktif warga dalam menciptakan lingkungan yang tertib.
Supervisi yang dilakukan berjalan dengan lancar dan mendapat apresiasi dari tim Ditlantas Polda Kaltim. Kehadiran tim dari Polda ini memberikan penguatan dalam pengembangan program-program inovatif yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pada aspek preventif melalui pendidikan dan pembinaan.
Dengan sinergi yang terbangun antara Sat Lantas Polres Kubar, Polda Kaltim, dan masyarakat, program Pocil dan Kampung Tertib Lalu Lintas diharapkan dapat menjadi model sukses dalam mewujudkan budaya disiplin berlalu lintas yang berkelanjutan di Kabupaten Kutai Barat.